Menjelang Senin

Sepotong kisah kita terselip diantara hari Minggu dan Senin, ketika deret huruf yang sudah rapat berbaris tak sanggup untuk mengungkap makna. Ada hangat nafasmu menyapu kulitku. Ada rinduku yang tertuang tak tertahan diantara rapatnya bibir kita.

Kita. Eja kata itu dengan penuh makna. Dengan bibir meringis, lidah menyentuh langit-langit mulut lalu mulut terbuka lebar, lepas. Sama lepasnya dengan rinduku yang memeluk nafasmu kala kita bertemu. Mengalir melalui rasa yang terlampau membuncah menanti untuk terkatakan, meskipun kamu juga sudah memahaminya. Mendefinisikan kata sayang yang tak pernah kupercaya sebelumnya. Menunjukan perasaan yang terlalu jujur dan terlalu indah untuk ditolak.

Dan kala langit semakin menggelap, kira-kira 4 jam kurang 43 menit menjelang hari Senin. Saput jingga yang tergeser kelam, kerumunan mulai beringsut pulang, kembali pada realita yang menanti setelah malam.

Lalu dengan berat hati kita persilakan realita untuk kembali.  Kembali setelah kita berhasil memaku potongan-potongan memori ini di kepala. Sepotong memori ini jauh lebih nyata dibanding realita yang kukunyah setiap hari.

Keko: Sarah

Phasellus facilisis convallis metus, ut imperdiet augue auctor nec. Duis at velit id augue lobortis porta. Sed varius, enim accumsan aliquam tincidunt, tortor urna vulputate quam, eget finibus urna est in augue.

2 komentar:

angkisland mengatakan...

you look nice, beautiful and Prety.... nice to meet you @angkisland

Dewi Aja mengatakan...

Perkenalkan, saya dari tim kumpulbagi. Saya ingin tau, apakah kiranya anda berencana untuk mengoleksi files menggunakan hosting yang baru?
Jika ya, silahkan kunjungi website ini www.kumpulbagi.com untuk info selengkapnya.

Oh ya, di sana anda bisa dengan bebas mendowload music, foto-foto, video dalam jumlah dan waktu yang tidak terbatas, setelah registrasi terlebih dahulu. Gratis :)